Penyelenggara Pemilu Kena Suap, Pengamat Politik: Sudah Menghianati Demokrasi

HOME ALUMNI NEWS PENYELENGGARA PEMILU KENA SUAP, PENGAMAT POLITIK: SUDAH MENGHIANATI DEMOKRASI

Penyelenggara Pemilu Kena Suap, Pengamat Politik: Sudah Menghianati Demokrasi

  • 3 Februari 2020
  • dev
  • 306

JAKARTA, fixindonesia.com– Tertangkapnya Komisioner KPU Wahyu Setiawan oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), karena kasus suap yang menjeratnya, menurut pengamat politik dan pemilu, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, merupakan contoh penghianatan demokrasi.

Karena menurut Ferry, sebuah keniscayaan bagi penyelenggara pemilu memiliki sikap yang tangguh dan memiliki integritas kuat, independen, profesionalitas dan komitmen terhadap tegaknya demokrasi.  Oleh karenanya Menurut mantan Komisioner KPU itu, jika hal-hal tersebut dilanggar oleh penyelenggara pemilu, artinya sudah menghianati demokrasi.

Untuk itu sebuah keniscayaan penyelenggara pemilu yang tangguh yang punya integritas kuat, independen atau tidak punya interest terhadap kepentingan orang atau parpol tertentu , profesionalitas dan komitmen terhadap tegaknya demokrasi. Kalo ini terjadi dan berkelindan itu sudah menghianati demokrasi dan sejatinya penyelenggara pemilu yang tangguh tadi,” kata Ferry kepada fixindonesia saat diwawancara melalui pesan singkat, Minggu (19/1/2020).

Selain itu menurut Ferry, pemberhentian secara tidak terhormat oleh Presiden Joko Widodo terhadap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan sudah tepat sesuai pasal-pasal yang berlaku. Jokowi telah menerbitkan Keputusan Presiden RI Nomor 9/P Tahun 2020 yang menyatakan Komisioner Komisi Pemilihan Umum atau KPU, Wahyu Setiawan, diberhentikan secara tidak terhormat.

“Pemberhentian saudara Wahyu Setiawan sudah tepat sesuai Pasal 37 ayat (1) dan (2), dan Pasal 38 ayat (1), UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,” kata Ferry.

  • Post telah disunting pada : 9 months ago

COMMENTS