KA IP-Unpad: Komunitas Alumni Perguruan Tinggi Sebaiknya Minimalkan "Terbelahnya" Anak Bangsa

HOME ALUMNI NEWS KA IP-UNPAD: KOMUNITAS ALUMNI PERGURUAN TINGGI SEBAIKNYA MINIMALKAN "TERBELAHNYA" ANAK BANGSA

KA IP-Unpad: Komunitas Alumni Perguruan Tinggi Sebaiknya Minimalkan "Terbelahnya" Anak Bangsa

  • 24 Januari 2020
  • dev
  • 172

SAMPAI saat ini jumlah Alumni Ilmu Pemerintahan Unpad sudah mencapai ribuan orang. Tersebar di berbagai bidang pengabdian, baik di pemerintahan, BUMN/BUMD, akademisi, wiraswasta maupun menjadi professional di perusahaan swasta multi nasional.

Ini menjadi satu kekuatan tersendiri, terutama dalam konteks membangun jejaring yang pada gilirannya dapat berkontribusi bagi pengembangan karier lulusan IP Unpad, dan kemajuan alamater sebagai rumah besarnya. Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Keluarga Alumni Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran (KA IP-Unpad), Ervik Ari Susanto, dalam sambutannya pada acara Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja KA IP-Unpad periode 2019-2022 di Sheraton Hotel Bandung.   

Lebih lanjut, Ervik menyampaikan bahwa hubungan antara alumni dan kampus biasanya lebih didominasi oleh hal-hal yang bersifat primordial dan emosional. “Harapan kita agar seorang alumni mampu menjadi inspirasi bagi adik-adik kelasnya dan menerangi dinamika kehidupan kampusnya,” kata Ervik. 

Pada sisi lain, ada pula hubungan alumni dengan kampusnya didasari oleh sesuatu dorongan subjektif kemanusiaan. “Namun kita berharap agar hubungan tersebut tidak ‘terkotori’ oleh kepentingan yang sifatnya lebih sesaat, berubah-ubah, yang bahkan tak jarang hanya dipengaruhi alasan pragmatis,” ujarnya. 

Lebih lanjut Ervik, yang juga CEO EPIC Group, memandang terkait persoalan yang mengemuka di tahun politik seperti hari-hari ini. “Kita dengan mudah menemukannya di keseharian. Dari berbagai laman berita, apakah karena kita searching di media2 online atau memperolehnya dari kiriman link tertentu di akun social media, kita disuguhkan fakta adanya komunitas alumni perguruan tinggi tertentu dengan suka rela menyatakan keberpihakan politik pada salah satu capres,” tuturnya.

Ia mencontohkan, komunitas alumni perguruan tinggi A dengan gagah menyatakan diri mendukung untuk Si Upin. Sementara komunitas alumni perguruan tinggi B, tak kurang bangga menegaskan keberpihakannya untuk kemenangan Si Ipin.

“Komunitas alumni perguruan tinggi, betapa pun adalah komunitas cendikiawan yang independen, karena itu bagi kami sikap tersebut sebenarnya menyalahi kesejatian mereka sendiri untuk tetap bebas dan berada di tempat netral,” ucapnya. 

Dengan dasar pemikiran itu pula, Ervik menyatakan bahwa sebagai sebuah institusi, Keluarga Alumni Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran (KA IP-Unpad), dengan sadar menegaskan bahwa dalam persoalan Pilpres 2019, menyatakan diri tidak berpihak. “Namun kami menghargai semua proses politik untuk menentukan Kepemimpinan Nasional sebagai bagian dari proses demokrasi,” katanya.

Sebagai bagian dari kalangan cendikiawan, kata dia, pihaknya berharap dapat menyuarakan aspirasi demi kemaslahatan umat dan masyarakat kepada kedua figur terbaik bangsa.

Dukungan terhadap salah satu pihak hanya akan membuat tembok pemisah terhadap pihak lainnya. Kampus dan komunitas alumni sebaiknya lebih berperan untuk meminimalkan kemungkinan semakin terbelahnya masyarakat bangsa ini.

Acara Pelantikan dan Rapat Kerja KA IP-Unpad ini juga dihadiri oleh Dekan Fisip Unpad, Dr. Widya Setiabudi, MT., MSi., Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisip Unpad, Rudiana, SIP., MSi, para staf pengajar di jurusan IP Fisip Unpad, segenap pengurus yang dilantik dan perwakilan dari berbagai angkatan lulusan Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran.***

  • Post telah disunting pada : a year ago

COMMENTS